Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2009

“Earth Day”

Selamat Hari Bumi-22 April 2009

“Apa yang sudah anda lakukan untuk bumi ini?”
Mengawali percakapan disuatu pagi di dunia maya, seseorang kawan bertanya kepadaku demikian, dan entah kenapa aku langsung menjawab,
“Sebelum anda bertanya kepada orang lain, tanyakanlah kepada diri sendiri”
“Kemarin saya menanam satu pohon” ungkap teman saya itu

Bumi ini sedang sakit, namun hanya sedikit sekali orang yang menyadari hal ini, dan lebih sedikit lagi orang yang menyadari dan melakukan tindakan untuk mengurangi sakit dari bumi. Sangat sedikit sekali orang inilah yang mencoba menyadarkan dan memberitahu kepada setiap manusia dibumi ini bahwa kita semua harus mencintai bumi lebih dari apapun, dan mengobati sakitnya.

Saat ini manusia berpesta, dan tidak menyadari bom waktu yang lambat tapi pasti akan meledak bila tidak segera ditangani. Makanan berlimpah, air dapat dicari dengan mudah. Menebang pohon dan menciptakan berbagai keuntungan, belum berhenti bila belum habis.

“Matikan lampu bila tidak digunakan”
Sangat sering saya menjumpai kalimat seperti ini. Saat masih kecil saya menganggapnya karena akan membayar sesuatu yang tidak kita pakai adalah suatu pemborosan, apabila kita punya uang lebih dan mampu membayar lebih, rasanya tidak masalah menyalakan lampu meskipun tidak digunakan. Beberapa tahun yang lalu saat PLN kekurangan daya dan harus melakukan pemadaman bergilir disetiap kota di Indonesia, saya baru mengerti arti sesungguhnya dari kalimat tersebut. Energi adalah sesuatu yang tidak abadi, suatu saat akan habis. Bila kita tidak menggunakannya dengan bijak, saat sudah habis uang tidak akan dapat membelinya.

Sama saat menggunakan air, selama air masih banyak tidak pernah terpikirkan olehku untuk menghemat penggunaan air. Selama uang dapat membeli air bersih itu mungkin bukan masalah bagi yang memiliki uang. Tetapi yang kita hadapi sekarang adalah saat uang tidak dapat membeli bumi dalam bentuk apapun juga. Pernahkah anda menghemat memakai baju bersih?menghemat pemakaian handuk saat dihotel?Pernahkah anda memikirkan berapa banyak air dan detergen yang digunakan untuk mencuci itu semua? Setidaknya kita semua dibumi ini bisa menghemat menggunakan air dan detergen, sedikit namun bila dikerjakan oleh semua orang dibumi ini, akan ikut andil untuk menjaga dan menyembuhkan bumi. Taukah anda berapa banyak pohon yang ditebang untuk menghasilkan selembar kertas dan tissue? Tolong berhematlah penggunaan kertas dan tissue, pohon tidak dapat tumbuh secepat kita menghabiskan jutaan kertas dan tissue dalam beberapa jam. Sadarilah bahwa hal hal kecil disekeliling anda dapat menjadi andil penting untuk menyelamatkan bumi ini dari bom waktu. Saya mencoba memulai dari hal kecil ini setiap hari dan berusaha menyampaikan hal ini juga kepada orang lain, sehingga kita semua dapat membantu merawat bumi.

Semakin menakutkan saat membaca National Geographic edisi bulan April 2009. Salah satu tulisan mengangkat masalah kekeringan di Australia. Mungkin dari sini masyarakat disana sadar bahwa uang tak lagi dapat membeli air sebanyak yang mereka mau. Kiranya kita semua pun dapat sadar sebelum hal tersebut menjumpai kita.

Happy Earth Day…love the earth..

Rabu, 25 Februari 2009

Pemanasan Global

Pernah membaca suatu kalimat yang mungkin sebagian besar orang pernah membacanya. Entah apakah setelah membaca akan ada perubahan dalam diri orang tsb.
“Bila pohon terakhir telah ditebang, bila sungai terakhir telah tercemar, bila ikan terakhir telah ditangkap, barulah manusia akan menyadari bahwa mereka tidak bisa memakan uang.” — Greenpeace.

Terdiam, itu yang terjadi padaku. Hal tersebut terjadi sudah cukup lama saat semua orang didunia mulai menyerukan "Global Warming". Saat itu statusku masih mahasiswa, yang notabene adalah mahasiswa pecinta alam. Dengan background pecinta alam, aku bisa dengan sigap menyatakan "tentu saja, saya tidak akan berbuat demikian!!saya mencintai alam melebihi uang sekalipun" wow...boleh dikatakan ekstrimnya saat itu aku bisa berkata seidealis itu pada diriku sendiri.

Beberapa tahun telah berganti, status mahasiswaku pun telah berganti menjadi seorang pegawai (boleh dibilang kuli) tetapi isu Global warming masih blm berubah, dan bahkan semakin parah. Bila saat ini aku merenungkan kembali slogan dari Greenpeace diatas, maka aku kembali terdiam tetapi lebih lama. Aku termenung dan seketika sakit kepala ini dibuatnya. Ternyata tidak banyak tindakanku kini yang bisa dibanggakan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Ternyata aku lebih sibuk memikirkan pekerjaan ku dan uang yang bisa kuperoleh dibandingkan mencoba untuk lebih mengerti keadaan bumi sekarang. Boleh saja saat ini kita berteriak teriak, jangan tebang hutan, jangan cemari sungai dan laut tp kau tau...seorang Vonny tidak bisa berbuat banyak bila ia hanya berkoar koar seperti itu. Seorang Vonny dan anda anda semua yang saat ini masih terus memikirkan uang dan harta tidak akan bisa ikut andil menyelamatkan bumi bila hanya berteriak tanpa tindakan NYATA. Tapi kini aku boleh sedikit tersenyum sebab aku kini tau apa yang dulu tlah terlewati. Kini aku sadar bahwa hal kecil yang kita lakukan bisa lebih bermakna dalam menyayangi bumi yang kita cintai ini. Hal kecil yang sering terlewati begitu saja dalam kehidupan sehari hari. Kita bisa ikut andil dengan ikut mengkampanyekan anti global warming dengan beberapa cara yang saat ini bisa kita lakukan :
1. mandi dengan air secukupnya, gunakan shower untuk menghemat air. Mandi (menggunakan air)tidak lebih lama dari 5 menit (efektif penggunaan air)
2. Gunakan kertas bekas untuk mengeprint
3. Tidak usah mengambil struk transaksi ATM bila tidak sangat diperlukan
4. Matikan AC, listrik dan barang elektronik lainnya bila tidak digunakan.
5. Gunakan baju secukupnya, jangan terlalu sering mengganti baju atau handuk. (bayangkan brp banyak detergen dan air yang digunakan untuk mencuci semua itu)
6. Memakai tissue di toilet umum secukupnya saja.
7. dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini.

Saat masih mahasiswa, saat uang blm terpikirkan maka aku masih bisa sepenuhnya memikirkan alam, menyanjungnya dan menyayanginya sepenuh hati, tp saat aku harus berjuang untuk hidup dan mencari uang sendiri, tanpa sadar alam yang sangat aku cintai bisa aku abaikan. Sungguh aku sedih mengingat hampir sekitar 7 bulan, hal tersebut terabaikan. Alamku....tetaplah bertahan, aku akan berusaha sekuat yang kubisa untuk menjagamu dan mengingatkan orang lain untuk menyayangimu juga.

Mulaikah dari hal yang kecil, maka hal yang besar akan ada di depanmu, menanti perubahan besar dari diri kita. Perlu selalu diingat, jangan pernah mencoba merubah dunia bila belum mampu merubah diri sendiri.

Terima kasih kepada siapapun orang yang telah mengampanyekan anti global warming selama ini dan telah memberikan pelajaran hidup yang sebenarnya kepada setiap orang dibumi. Aku yakin, kita semua disini mencintai bumi ini lebih dari apapun, namun sebagian besar diantara kita tidak tau bagaimana cara menyayanginya dengan cara yang benar.

"Semoga bila saat itu tiba, aku masih bisa menyapa dinginnya es di puncak Kilimanjaro" jangan meleleh..puncak puncak gunung es...abadikan mahkota putih mu